Mayoritas Mahasiswa di Inggris pakai AI untuk Studi

Mayoritas Mahasiswa di Inggris pakai AI untuk Studi

Sebuah laporan baru dari Higher Education Policy Institute (HEPI) di Inggris mengungkapkan bahwa 92% mahasiswa telah

menggunakan alat AI generatif, seperti ChatGPT, untuk membantu dalam studi mereka. Angka ini mencerminkan peningkatan drastis dibandingkan laporan HEPI pada Februari 2024, di mana hanya 66% mahasiswa yang mengaku menggunakan AI dalam studi mereka.

Mayoritas Mahasiswa di Inggris pakai AI untuk Studi

Mayoritas Mahasiswa di Inggris pakai AI untuk Studi

Tidak hanya itu, 88% mahasiswa juga dilaporkan telah menggunakan AI untuk membantu mereka dalam ujian.

Hal ini menunjukkan peran AI yang semakin besar dalam dunia pendidikan tinggi di Inggris.

Survei ini melibatkan 1.041 mahasiswa Inggris dan mahasiswa internasional yang belajar di Inggris selama Desember 2024.

Dalam laporan ini, HEPI menyoroti bahwa AI kini bukan hanya alat tambahan, tetapi telah menjadi bagian integral dari metode belajar mahasiswa.

Mayoritas Mahasiswa di Inggris pakai AI untuk Studi

Banyak mahasiswa memilih untuk menggunakan AI dalam studi mereka karena beberapa alasan utama:

1. Menghemat Waktu

AI membantu mahasiswa dalam menganalisis informasi dengan lebih cepat, sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.

Proses pencarian referensi yang biasanya memakan waktu lama kini bisa dilakukan dalam hitungan menit dengan bantuan AI.

2. Meningkatkan Kualitas Pekerjaan

AI generatif seperti ChatGPT dapat membantu mahasiswa dalam membuat ringkasan, menyusun esai, hingga memberikan ide-ide baru untuk penelitian mereka. Bahkan, beberapa mahasiswa menggunakan AI untuk memeriksa tata bahasa dan struktur tulisan mereka agar lebih profesional.

3. Mendapatkan Bantuan Instan

Mahasiswa dapat memperoleh jawaban dalam hitungan detik tanpa harus menunggu bimbingan dari dosen atau tutor.

Hal ini sangat membantu terutama bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan akses ke bimbingan akademik langsung.

Namun, meskipun AI memberikan banyak manfaat, ada juga kelompok mahasiswa yang masih meragukan efektivitasnya.

Kekhawatiran Terhadap Penggunaan AI dalam Pendidikan

Sejumlah mahasiswa mengungkapkan kekhawatiran terhadap penggunaan AI dalam studi, terutama terkait dengan:

1. Tuduhan Kecurangan

Beberapa universitas masih menganggap penggunaan AI dalam tugas akademik sebagai bentuk plagiarisme atau ketidakjujuran akademik.

2. Hasil Palsu atau Halusinasi AI

AI generatif terkadang memberikan informasi yang tidak akurat atau bahkan sepenuhnya salah, yang dapat menyesatkan mahasiswa.

Beberapa AI dapat menciptakan referensi yang tidak benar-benar ada, yang bisa menjadi masalah dalam penulisan akademik.

3. Bias dalam Hasil AI

Dari survei HEPI, ditemukan bahwa mahasiswa perempuan dan mahasiswa yang lebih muda lebih cenderung menyuarakan

kekhawatiran mereka terhadap penggunaan AI dibandingkan mahasiswa laki-laki.

BACA JUGA:Inovasi Telkom Perkuat Ekosistem Digital Lewat BigBox AI

Kebijakan Universitas terhadap AI dalam Pendidikan

Menariknya, sebagian besar universitas di Inggris tampaknya sudah memiliki kebijakan yang jelas terkait penggunaan AI dalam pendidikan.

  • 80% mahasiswa menyatakan bahwa universitas mereka memiliki aturan yang jelas mengenai penggunaan AI.
  • 76% mahasiswa percaya bahwa universitas mereka dapat mendeteksi jika AI digunakan dalam tugas yang dinilai.
  • Namun, meskipun demikian, 88% mahasiswa tetap menggunakan AI untuk ujian dan tugas akademik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa mahasiswa tetap mengandalkan AI meskipun mereka sadar bahwa universitas mereka memiliki sistem deteksi terhadap penggunaan teknologi ini.

Bagaimana AI Mempengaruhi Metode Pembelajaran?

Teknologi AI telah mengubah cara mahasiswa belajar dan menyelesaikan tugas akademik mereka.

Dampak Positif:

  1. Meningkatkan Akses Pendidikan – Mahasiswa dapat belajar lebih mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada dosen.
  2. Membantu Penyandang Disabilitas – AI dapat digunakan untuk membantu mahasiswa dengan kebutuhan khusus, seperti alat bantu baca otomatis dan transkripsi suara.
  3. Efisiensi dalam Riset dan Penulisan – AI dapat merangkum penelitian yang relevan, mempercepat proses belajar, dan membantu dalam pengeditan tulisan akademik.

Dampak Negatif:

  1. Ketergantungan Berlebihan – Beberapa mahasiswa mungkin terlalu mengandalkan AI tanpa benar-benar memahami materi yang mereka pelajari.
  2. Kurangnya Pemikiran Kritis – Jika mahasiswa hanya menerima jawaban dari AI tanpa melakukan analisis sendiri, ini bisa menghambat pengembangan keterampilan berpikir kritis mereka.
  3. Potensi Penyalahgunaan – Penggunaan AI dalam ujian atau tugas akademik tanpa pengawasan dapat menyebabkan penyalahgunaan teknologi ini untuk kepentingan pribadi.

Masa Depan AI dalam Dunia Pendidikan

Penggunaan AI dalam pendidikan tinggi kemungkinan besar akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

1. Integrasi AI dalam Kurikulum

Universitas dapat mulai mengadopsi AI sebagai bagian dari sistem pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan cara yang lebih etis dan bertanggung jawab.

2. Penguatan Regulasi

Beberapa universitas bahkan sudah mulai menerapkan software pendeteksi AI untuk memastikan tugas mahasiswa asli dan bukan hasil AI.

3. Pengembangan AI yang Lebih Akurat dan Etis

Teknologi AI yang lebih etis dapat membantu mahasiswa mendapatkan hasil yang lebih akurat dan berkualitas.

Kesimpulan

AI telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari studi mahasiswa di Inggris.

Universitas perlu menyesuaikan kebijakan mereka agar mahasiswa dapat memanfaatkan AI dengan cara yang bertanggung jawab tanpa mengorbankan integritas akademik.

Bagi mahasiswa, memahami kapan dan bagaimana menggunakan AI dengan bijak adalah kunci untuk mendapatkan

manfaat maksimal dari teknologi ini tanpa menyalahi aturan yang berlaku. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam dunia pendidikan tanpa menghilangkan esensi pembelajaran itu sendiri.

 

CATEGORIES

AI

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest Comments