Model AI Canggih Ternyata Tidak Bisa Baca Jam dan Kalender
AI Makin Canggih, Tapi Masih Kesulitan Membaca Waktu
Kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat. AI kini bisa menciptakan gambar realistis, menulis novel, menyelesaikan pekerjaan rumah, dan melakukan coding. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar model AI masih kesulitan membaca jam analog dan kalender.

Model AI Canggih Ternyata Tidak Bisa Baca Jam dan Kalender
Studi oleh University of Edinburgh
Para peneliti dari University of Edinburgh menguji tujuh large language model (LLM) multimodal populer. Mereka menguji GPT-4o dan GPT-o1 dari OpenAI, Gemini 2.0 dari Google, Claude 3.5 Sonnet dari Anthropic, Llama 3.2-11B-Vision-Instruct dari Meta, Qwen2-VL7B-Instruct, dan MiniCPM-V-2.6 dari ModelBest. Tujuan mereka adalah mengetahui seberapa baik model-model AI ini dalam membaca jam dan kalender.
Bagaimana AI Diuji?
Peneliti menggunakan berbagai gambar jam analog, termasuk jam dengan angka Romawi, jam berwarna, dan jam tanpa jarum detik. Mereka juga menggunakan gambar kalender selama 10 tahun. Model AI diberikan pertanyaan seperti:
- “Jam berapa yang ditunjukkan pada gambar ini?”
- “Tahun Baru pekan ini jatuh pada hari apa?”
- “Hari ke-153 dalam setahun jatuh pada tanggal berapa?”
Hasil Penelitian: AI Masih Kesulitan dengan Jam dan Kalender
Secara keseluruhan, AI gagal memahami waktu secara visual.
- AI Kesulitan Membaca Jam Analog
- AI hanya benar dalam 25% pengujian.
- Model AI mengalami kesulitan dengan angka Romawi, desain jarum jam yang unik, dan jam tanpa jarum detik.
- Kesalahan ini kemungkinan besar berasal dari ketidakmampuan AI mendeteksi jarum jam dan menafsirkan sudutnya dengan benar.
- AI Lebih Baik dalam Membaca Kalender, Tapi Masih Banyak Salah
- GPT-o1 mencetak akurasi tertinggi, yaitu 80% dalam membaca kalender.
- Meski begitu, AI masih melakukan kesalahan sekitar 20% dalam tugas-tugas kalender.
baca juga:
Kenapa AI Kesulitan?
AI bisa memahami teks dengan baik, tetapi membaca jam analog dan kalender membutuhkan pemrosesan visual yang lebih kompleks. AI harus mendeteksi jarum jam, menentukan sudutnya, lalu menerjemahkannya menjadi angka yang benar. Kesalahan bisa terjadi jika jarum jam memiliki desain unik atau jika kalender menggunakan format yang tidak umum.
Menurut Rohit Saxena dari School of Informatics di University of Edinburgh, kemampuan membaca waktu adalah keterampilan dasar manusia. “Sebagian besar orang bisa membaca jam sejak kecil. Jika AI ingin digunakan dalam penjadwalan, otomatisasi, dan teknologi bantuan, keterbatasan ini harus diperbaiki,” katanya, dikutip dari Gizmodo.
Model AI Mana yang Paling Baik?
Dari semua model yang diuji, Google Gemini 2.0 paling baik dalam membaca jam. Sementara itu, GPT-o1 mencetak skor terbaik dalam membaca kalender dengan akurasi 80%.
Implikasi di Dunia Nyata
AI digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan pemahaman waktu, seperti asisten virtual, sistem otomatisasi, dan penjadwalan tugas. Jika AI masih sulit membaca jam analog dan kalender, maka penggunaannya dalam dunia nyata masih terbatas. Pengembang AI harus mengatasi masalah ini agar teknologi AI lebih akurat dan bisa diandalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Langkah Selanjutnya?
Untuk meningkatkan kemampuan AI dalam membaca waktu, peneliti dan pengembang perlu:
- Melatih AI dengan lebih banyak data visual terkait jam dan kalender.
- Mengembangkan algoritma yang lebih baik untuk mendeteksi dan menafsirkan waktu.
- Mengintegrasikan teknologi pengenalan objek yang lebih canggih agar AI lebih presisi.
Meskipun AI sudah sangat canggih, masih banyak keterbatasan yang perlu diperbaiki. Pemahaman waktu adalah tantangan besar yang harus diatasi jika AI ingin digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari.
No responses yet